KPK Tantang Pejabat Baru Gerak Cepat Tindak Korupsi

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2015 03:49 WIB
KPK Tantang Pejabat Baru Gerak Cepat Tindak Korupsi Plt Ketua KPK Taufiqurachman Ruki (tengah) didampingi Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi (kiri) dan Indriyanto Seno Adji (kanan) mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6). (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana Tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Taufiequrachman Ruki menantang dua pejabat komisi antirasuah yang baru dilantik untuk segera bertindak cepat memberantas korupsi. Keduanya adalah Direktur Penyidikan Aris Budiman dan Kabiro Hukum Setiadi.

"Buat kami, satu tahun akan kami lihat. Anda tidak perform, kami kembalikan. Anda perform, kami perpanjang," kata Ruki saat melantik kedua pejabat tersebut, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/9). (Baca Juga: KPK Lantik Direktur Penyidikan dan Kabiro Hukum)

Aris telah melalui sejumlah tes dan mengalahkan empat calon dari Kejaksaan dan empat lainnya dari Kepolisian. Setiadi pun juga telah melewati sejumlah tahapan seleksi. Setiadi mengisi posisi yang ditanggalkan Catharina Girsang lantaran dirinya purna tugas dan kembali mengabdi ke Kejaksaan. 


Lebih jauh, Ruki mengatakan jabatan tersebut merupakan amanah sekaligus anugerah. Posisi tersebut harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh pihak yang berkepentingan dan rakyat. Ruki menantang kedua pejabat yang baru dilantik untuk bekerja secara maksimal, optimal, benar, dan baik.

"Oktober harus segara dilakukan tindakan. Kalau tidak, Anda bohong," kata Ruki.

Ruki juga mengingatkan dua orang tersebut atas pencapaiannya hingga menyabet posisi itu. Ruki meyakni mereka memiliki kompetensi, kapabilitas, dan potensi. Terlebih, keduanya telah melalui penelusuran rekam jejak.

"Saudara Setiadi, ketika saudara menjadi Kapolres di Tanah Laut, kami tahu benar apa yang saudara lakukan. Saudara Aris, saya tahu benar ketika Anda jadi Direktur Reserse Kriminal," ujarnya.

Selain itu, Ruki juga mengingatkan dua pejabat baru untuk menghindari konflik kepentingan.

"Ketika ada konflik kepentingan, nyatakan terbuka bahwa saya tidak bisa menangani kasus ini, karena tersangka ini kawan baik saya, saudara saya, ini contoh untuk adil," kata Ruki.

Ruki mengimbau, tindakan tersebut untuk menghindari kesalahan yang kemungkinan dibuat para pejabat dalam melaksanakan tugasnya. Ruki menjelaskan, kesalahan dapat merusak tindakan positif yang telah dilakukan dan bakal tercatat dalam riwayat hidup.

"Orang Melayu jaman dulu mengatakan, 'sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya'. Kalau polisi bilang, 'dosa tak berampun, pahala tidak dihitung'," kata Rukie.

Kesalahan, menurutnya, dapat mengikis kepercayaan publik. Padahal, sebagai pejabat publik, kepercayaan tersebut perlu dipupuk baik di internal lembaga dengan pegawai lain maupun dengan lembaga lainnya. KPK selama ini dinilai mendapat dukungan dari kepercayaan publik. Jika tak dirawat dengan baik, maka KPK tak dapat berjalan mulus.

Pertahankan Loyalitas dan Kehormatan

Ruki juga berpesan kepada para pejabat untuk mempertahankan loyalitas. Loyalitas dikuatkan dalam segala lini, kepada atasan, teman, dan bawahan.

"Loyalitas ke bawah artinya anda dituntut bertanggungjawab kepada bawahan. Loyalitas ke samping adalah solidaritas kepada teman. Bagaimana Anda mentolerir tindakan teman-teman dan bagaimana tanggung jawab ke atas," kata Rukie.

Namun, loyalitas tersebut haruslah dibatasi dengan kehormatan. Artinya, apabila perintah atasan telah melewati batas kehormatan maka tak harus dilaksanakan. Bagi Ruki, kehormatan penting untuk menjaga kepercayaan. (utd/utd)