"Buat kami, satu tahun akan kami lihat. Anda tidak perform, kami kembalikan. Anda perform, kami perpanjang," kata Ruki saat melantik kedua pejabat tersebut, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/9). (Baca Juga: KPK Lantik Direktur Penyidikan dan Kabiro Hukum)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oktober harus segara dilakukan tindakan. Kalau tidak, Anda bohong," kata Ruki.
"Saudara Setiadi, ketika saudara menjadi Kapolres di Tanah Laut, kami tahu benar apa yang saudara lakukan. Saudara Aris, saya tahu benar ketika Anda jadi Direktur Reserse Kriminal," ujarnya.
Selain itu, Ruki juga mengingatkan dua pejabat baru untuk menghindari konflik kepentingan.
"Ketika ada konflik kepentingan, nyatakan terbuka bahwa saya tidak bisa menangani kasus ini, karena tersangka ini kawan baik saya, saudara saya, ini contoh untuk adil," kata Ruki.
Ruki mengimbau, tindakan tersebut untuk menghindari kesalahan yang kemungkinan dibuat para pejabat dalam melaksanakan tugasnya. Ruki menjelaskan, kesalahan dapat merusak tindakan positif yang telah dilakukan dan bakal tercatat dalam riwayat hidup.
"Orang Melayu jaman dulu mengatakan, 'sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya'. Kalau polisi bilang, 'dosa tak berampun, pahala tidak dihitung'," kata Rukie.
Kesalahan, menurutnya, dapat mengikis kepercayaan publik. Padahal, sebagai pejabat publik, kepercayaan tersebut perlu dipupuk baik di internal lembaga dengan pegawai lain maupun dengan lembaga lainnya. KPK selama ini dinilai mendapat dukungan dari kepercayaan publik. Jika tak dirawat dengan baik, maka KPK tak dapat berjalan mulus.
Pertahankan Loyalitas dan Kehormatan
Ruki juga berpesan kepada para pejabat untuk mempertahankan loyalitas. Loyalitas dikuatkan dalam segala lini, kepada atasan, teman, dan bawahan.
"Loyalitas ke bawah artinya anda dituntut bertanggungjawab kepada bawahan. Loyalitas ke samping adalah solidaritas kepada teman. Bagaimana Anda mentolerir tindakan teman-teman dan bagaimana tanggung jawab ke atas," kata Rukie.
Namun, loyalitas tersebut haruslah dibatasi dengan kehormatan. Artinya, apabila perintah atasan telah melewati batas kehormatan maka tak harus dilaksanakan. Bagi Ruki, kehormatan penting untuk menjaga kepercayaan. (utd)