Tindakan penculikan itu telah diklaim oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kejadiannya berawal dari insiden penembakan yang terjadi pada 9 September lalu.
Suharsono mengatakan, sejak saat itu kepolisian langsung melakukan pengejaran. Anggota Brigade Mobil dari Kepolisian Daerah Papua dan Kepolisian Resor Keerom diterjunkan untuk memburu para pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Juru Bicara OPM Saul Bomay menyebut penyanderaan dilakukan agar pemerintah mau menerima tawaran OPM untuk berunding dalam satu meja. Perundingan diminta dilakukan di luar negeri dengan dimediasi oleh negara ketiga yang independen. (Baca juga: TNI Siagakan Kopassus untuk Bebaskan Sandera OPM)
Materi perundingan yang ingin dibicarakan OPM adalah soal solusi pemerintah untuk berbagai masalah yang ada di Papua.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Endang Sodik menyebut OPM menyandera dua WNI untuk ditukar dengan rekan mereka yang ditahan di Polres Keerom karena terlibat kasus ganja.
Dua WNI yang diculik itu bernama Sudirman dan Badar. Keduanya penebang kayu yang bekerja pada perusahaan penebangan kayu di Skofro, Distrik Keerom, Papua, yang berbatasan dengan Papua Nugini. (hel)