Selain itu, pemerintah juga diharapkan bisa menghindari jatuhnya korban, terutama masyarakat sipil sekitar. (Lihat Juga FOKUS Dua Warga Tersandera di Perbatasan Papua)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini nasib kedua sandera OPM, Sudirman dan Badar, itu belum jelas. Kabar terakhir menyebut negosiasi telah dilakukan dengan pemerintah Papua Nugini bertindak sebagai mediator. Namun belakangan pemerintah RI menyebut tak ada kompromi dengan penyandera.
"Pembebasan sandera dengan cara keras tidak baik buat negara seperti Indonesia. Sistem crime control model berpotensi terjadinya pelanggaran HAM akan tinggi," katanya. "Mau membebaskan malah pelanggaran."
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengakui belum menemukan solusi dari negosiasi dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk melepaskan dua warga negara Indonesia yang disandera.
Hal tersebut disampaikannya berdasarkan laporan yang diterimanya sekitar dua hingga tiga jam yang lalu. Menurutnya, tertundanya negosiasi disebabkan adanya permintaan OPM yang tidak dapat diberikan pemerintah Indonesia.
"Kami tidak pernah mau kompromi terhadap penyanderaan," ucap Luhut usai rapat koordinasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa (15/9).
Kendati demikian, Luhut enggan untuk mengungkapkan apa saja permintaan-permintaan OPM yang tidak dapat dipenuhi pemerintah Indonesia. Luhut mengatakan pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang terukur untuk melindungi tiap warga negara kita dalam berbagai peristiwa. (utd)