Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, belum lagi ada laporan bahwa beberapa jemaah yang diduga hilang sudah ada yang kembali ke maktab, pemondokan, atau rombongan.
"Kami menemukan ada jemaah yang ternyata mengganti nomor ponsel Indonesia menjadi nomor lokal. Jadi, kalau nomor lama dihubungi, tentu tidak bisa menjawab" ujar Saleh ketika dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini ada jemaah yang melihat langsung korban wafat. Jenazahnya tentu sudah dibawa ke rumah sakit. Pihak pemerintah kita sudah semestinya membawa data itu ke pihak otoritas rumah sakit di Saudi untuk diidentifikasi," kata dia.
Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional ini berharap dalam waktu dekat kepastian tentang data korban sesungguhnya bisa diperoleh, sehingga pemerintah dapat memikirkan langkah berikutnya yang harus diambil dalam upaya pengamanan dan perlindungan jamaah Indonesia.
Saleh mengungkapkan, timnya juga telah berhasil menemukan jemaah haji atas nama Santoro Sastro Suwito dengan nomor paspor B 1045673 dari kloter SUB 61 yang tinggal di Hotel Jalael Sektor 3.
"Sekarang posisi jemaah haji ada di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia) Mekkah," ujar dia. (rdk)