“Untuk anjing kesayangan jumlahnya 15 ribu ekor, tetapi anjing liar kami masih belum bisa memastikan,” ujar Darjamuni kepada CNN Indonesia, Rabu (30/9).
Darjamuni menjelaskan, saat ini masih ada anjing liar yang bekeliaran di kawasan DKI. Salah satu wilayah yang diketahui banyak terdapat anjing liar adalah kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data sementara terdapat 104 lapo-lapo tuak di Jakarta, paling banyak di Jakarta Utara dan Jakarta Timur," ujarnya.
Darjamuni meminta masyarakat untuk bersabar menunggu Dinas KPKP melakukan pendataan terhadap distribusi daging anjing dan populasi anjing untuk memperjelas rencana pembuatan aturan bagi keberadaan daging anjing di Jakarta.
"Kami masih terus mengumpulkan data, kurang lebih kami butuh waktu seminggu. Nanti kami umumkan bersama-sama tokoh dan media. Karena ini sensitif, jadi kami harus hati-hati," ujarnya.
Dinas KPKP sebelumnya menyebut rencana pembuatan peraturan tentang daging anjing untuk dikonsumsi. Peraturan ini akan dibuat untuk mencegah penyebaran penyakit dari anjing ke manusia ketika dikonsumsi.
Darjamuni menyebut, pembuatan aturan terhadap distribusi daging anjing tersebut untuk mempertahankan status DKI Jakarta sebagai wilayah bebas rabies yang ditetapkan pemerintah sejak 2004. (rdk)