Kepala BNPB Willem Rampangilei mengungkapkan pemerintah dianggap kewalahan lantaran banyak daerah yang mengalami kebakaran lahan/hutan. Namun dia menegaskan semua masih aman terkendali.
"Masa lalu kan hanya terjadi di Riau, sedangkan tahun ini terjadi di enam provinsi maka penanganannya pasti berbeda. Apakah terkendal? Tentu saja iya," kata Willem saat ditemui di kantor BNPB, Kamis (1/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk penetapan suatu bencana menjadi bencana nasional, Willem mengungkapkan itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Harus ada tahapan yang dilalui sesuai dengan yang dijelaskan dalan aturan perundang-undangan.
Selain itu, perlu ada Peraturan Pemerintah yang berfungsi untuk menetapkan status bencana.
"Sekarang kita sudah kerahkan sumber daya nasional, jadi meski tidak jadi bencana nasional tapi kita sudah mengerahkan sumber daya nasional."
Meski begitu, Willem mengatakan bahwa dirinya berterima kasih atas bantuan yang ditawarkan oleh Singapura. "Indonesia welcome, tapi sampai saat ini semua masih dalam kendali," katanya.
"Itu bisa dilihat dari kemajuan kita berhasil memadamkan api."
Dia pun mengingatkan pada pemerintah Singapura bahwa yang mendapat dampak terbesar akibat kabut asap adalah Indonesia, bukanlah Singapura. Maka dari itu Indonesia pasti tidak main-main dalam hal menyelesaikan permasalahan kebakaran lahan/hutan tahun ini. (pit)