Polisi: Pria Tewas di Polda Positif Bunuh Diri
Joko Panji Sasongko | CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2015 11:23 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian memastikan pria yang ditemukan tewas di areal Polda Metro Jaya positif bunuh diri. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap jasad pria tersebut.
Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak, mengatakan dia menemukan resapan darah di bagian leher korban sebagai bukti kematian lelaki tersebut disebabkan oleh bunuh diri.
"Mayat sudah kaku dan luka mayat akibat gravitasi. Serta sperma yang keluar dari kemaluannya untuk bukti bunuh diri," ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (5/10).
Lebih jauh, dia mengatakan saat ini jenazah telah dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk kepentingan autopsi dan kemudian diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.
Musyafak mengatakan pria tersebut bernama Sumadi dan diperkirakan berusia 30 sampai 40 tahun serta berasal dari Jawa Timur.
Sementara itu, salah seorang pedagang di Mapolda Metro Jaya bernama Yani mengatakan bahwa Sumadi sempat terlihat berlalu-lalang di Mapolda Metro Jaya usai memasukan laporan kasus di bagian Sentra Pelayangan Kepolisian (SPK).
"Dia beberapa waktu yang lalu ke Mapolda Metro Jaya. Dia buat laporan terkait masalah keluarga. Tetapi tidak ditanggapi," ujar Yani.
Paman Sumadi, Srijadi, mengatakan Sumadi diduga mengalami depresi hingga bunuh diri.
Depresi tersebut, ujarnya, bermula dari perasaan dikejar-kejar mantan suami istrinya yang menyebabkan korban ketakutan. (utd)
Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak, mengatakan dia menemukan resapan darah di bagian leher korban sebagai bukti kematian lelaki tersebut disebabkan oleh bunuh diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, salah seorang pedagang di Mapolda Metro Jaya bernama Yani mengatakan bahwa Sumadi sempat terlihat berlalu-lalang di Mapolda Metro Jaya usai memasukan laporan kasus di bagian Sentra Pelayangan Kepolisian (SPK).
Paman Sumadi, Srijadi, mengatakan Sumadi diduga mengalami depresi hingga bunuh diri.
Depresi tersebut, ujarnya, bermula dari perasaan dikejar-kejar mantan suami istrinya yang menyebabkan korban ketakutan. (utd)