Politikus yang jadi inisiator Panitia Khusus Pelindo II itu sebelumnya melaporkan Frederich atas tuduhan pencemaran nama baik. Masinton merasa tersinggung lantaran Frederich menyebut dirinya pencuri dokumen.
Dokumen yang dimaksud, kata Masinton, adalah nota dinas dari Lino untuk pembelian perabot rumah dinas Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. Atas dasar dokumen itu, Masinton telah melaporkan Lino ke Komisi Pemberantasan Korupsi atas tuduhan gratifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ini DPR, wakil rakyat. Saya sering dapat informasi, laporan dan pengaduan dari masyarakat, entah itu berkaitan dengan konstituen di dapil saya, berkaitan dengan pelayanan publik, pelanggaran hukum, yang saya teruskan ke berbagai instansi termasuk ke penegak hukum," ujar politikus PDI Perjuangan itu.
Dalam undang-undang tersebut, kata Frederich, seorang pengacara tidak bisa dituntut baik secara pidana maupun perdata. Belum lagi, dia menegaskan, yang dikatakannya kepada media adalah fakta.
Dia berkeras, Masinton bukan seseorang yang mengerti hukum. Laporan yang ditujukan kepadanya kali ini membuktikan penilaiannya tersebut. "Kalau dia mengerti hukum, dia harusnya tahu Undang-undang itu. Masak harus saya ajari lagi," ujarnya. (sur)