Ernawati (33), salah satu pengungsi, mengatakan saat ini dirinya bersama warga lain sedang berkumpul di pengungsian. Banyaknya warga yang mengungsi membuat pengungsian tidak mampu menampung warga. Dia bersama satu orang anaknya memilih mengungsi di Tapanuli Tengah karena lokasinya yang dekat dengan Aceh Singkil.
"Kondisi saat ini hujan, di sini sedang berkumpul, tempat pengungsian terbatas jadi banyak yang menumpang ke rumah warga," kata Erna, ketika dihubungi CNN Indonesia, Selasa (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengungsi masih terus berdatangan, soalnya mereka nunggu jemputan, warga kristennya 80-90 persen mengungsi," ujarnya.
"Kami yang pasti butuh selimut, pampers karena banyak anak-anak, terus pakaian, makanan," katanya.
Erna mengatakan belum tahu sampai kapan akan terus mengungsi. Dia pun mengaku bingung dan mengatakan akan kembali jika kondisi kampungnya di Aceh Singkil sudah kondusif.
Erna menceritakan pembakaran rumah ibadah terjadi pukul 11.00 WIB. Saat itu dia berada di rumah. Menurutnya, sekitar 200 orang langsung mendatangi gereja dan melakukan pembakaran.
Terkait korban tewas, Erna mengatakan dia mengetahui ada satu korban tewas. Namun, dia tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya. (ags)