Richard mengatakan tim advokasi tersebut diketuai oleh Muhammad Halim dan terdiri dari perwakilan beberapa suporter tim sepakbola di Indonesia.
"Kita namakan Tim Advokasi Suporter Indonesia, itu artinya gabungan dari temen-temen yang respect soal rekonsiliasi ini," ujar Richard di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Richard mengaku rekonsiliasi antar suporter, khususnya dengan Viking maupun Bobotoh harus tetap dilakukan. Dia menilai, pertemuan dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil beberapa waktu lalu sebagai langkah nyata untuk mewujudkan hal itu.
Karenanya, Richard meminta seluruh masyarakat melihat secara jernih permasalah yang menimpa The Jakmania. Dia berharap masyarakat tidak mencampuradukan permasalahan sepakbola dengan permasalah diluarnya.
"Kita sama-sama melihat segala sesuatunya secara jernih. Jangan ada yang disangkakan. Karena ini urusan olah raga. Jangan disangkutkan dengan urusan lain-lain. Bagaimanapun caranya ini semangat bagi sepakbola," ujarnya.
Sebelumnya, Febrianto diamankan polisi setelah mengeluarkan pernyataan provokatif lewat akun Twitter pribadinya terkait pendukung Persib Bandung.
"Kalau menganggap final Piala Presiden di GBK takkan ada apa-apa, mungkin Anda bisa menyusul kawan Anda, Rangga," kata Febrianto dalam cuitannya pada 10 Oktober lalu.
Rangga adalah Bobotoh yang tewas diduga karena dikeroyok sejumlah oknum Jakmania di Gelora Bung Karno pada 2012.
Diberitakan sebelumnya, Febrianto dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 160 KUHP. (meg)