Bareskrim Tangkap Ratusan WNA Tersangka Cyber Crime

Rinaldy Sofwan Fakhrana | CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2015 20:28 WIB
Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menangkap 119 orang warga China dan Taiwan terkait dugaan kejahatan siber atau cyber crime di tiga kota yang berbeda. Ilustrasi kejahatan siber. (Dennis Skley/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menangkap 119 orang warga China dan Taiwan terkait dugaan kejahatan siber atau cyber crime di tiga kota yang berbeda.

Kepala Subdirektorat Cyber Crime Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Komisaris Besar Rachmad Wibowo, mengatakan penangkapan dilakukan pada Senin lalu dan kemarin. Lokasi penangkapan berada di lima lokasi di kota Cirebon, Surabaya dan Bali.

"Penangkapan dilakukan atas permintaan bantuan Criminal Investigation Department - Ministry of Public Security China, atas dugaan tindak pidana Telecommunication Fraud," kata Rachmad dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10). Yang dimaksud dengan telecommunication fraud adalah penipuan menggunakan alat berbasis telekomunikasi dan informatika.
Sebagai barang bukti, penyidik mengamankan 88 unit telepon genggam, 49 paspor, dua unit tablet, satu televisi, dua DVR, dan lima laptop. Selain itu turut diamankan uang sebesar Rp174 juta, HK$27.900, TW$682.300, US$1.000 dan 12.700 Yuan dan dua unit mobil.

"Selanjutnya para tersangka akan diserahkan ke Ditjen Imigrasi karena telah menyalah gunakan izin tinggal sebagaimana diatur dalam pasal 122 UU No. 6/2011 tentang Keimigrasian," kata Rachmad.

Pantauan CNN Indonesia, para tersangka diberangkatkan dari Markas Besar Polri, Jakarta, sore ini. Ratusan orang itu terlihat membawa koper masing-masing dan bergiliran memasuki tiga mobil bus polisi yang sudah disiapkan.
Seorang petugas kepolisian yang mengawal menyebut para tersangka tidak bisa berbahasa Inggris. Terlihat para polisi pun berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa isyarat.

"Selanjutnya akan dideportasi ke China dan ke Taiwan guna dilakukan penyidikan terhadap tindak pidana Telecommunication Fraud," kata Rachmad.
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER