"Yang jelas menyelamatkan keuangan negara dong," ujarnya di ruang sidang Komisi Hukum DPR RI, Jakarta, Senin (14/12).
Menurutnya, hal itu dapat dilakukan apabila Indonesia memiliki super computer sama seperti yang dimiliki negara Malaysia. Saat ini, ujar Saut, Malaysia memiliki tiga super computer. Melalui super computer, Indonesia bisa membangun data yang besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas, kita harus menguasai data untuk purchasing, problem solving dan warning," katanya.
Gagal, mantan Direktur Monitoring dan Surveillence BIN ini kembali mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK untuk periode selanjutnya. Namun, saat itu dia hanya sampai tahap seleksi administrasi. Untuk kali ketiga, Saut pun kembali mencalonkan diri untuk menjadi komisioner KPK periode 2011-2015.
Saat itu, dirinya bahkan tidak lolos dalam seleksi administrasi. Tak berhenti disitu, Saut pun kembali mencoba mendaftarkan diri untuk menjadi pimpinan KPK periode 2015-2019. Kali ini, Saut lolos hingga delapan besar pilihan Pansel KPK. (pit)