Direktur PT Jakarta Utilitas Protertindo Chairul Hakim mengatakan, perusahaannya tidak memegang kendali atas proyek teknologi ITF yang ada di Bantargebang.
"Tidak pernah ada rencana di Bantargebang mau bangun ITF dengan teknologi baru. Yang ada di sana adalah yang sekarang ada itu," kata Direktur PT Jakarta Utilitas Protertindo Chairul Hakim saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Chairul menyebut bahwa lambat laun TPST Bantargebang akan dilupakan dan tidak akan digunakan lagi. Alasannya adalah karena keinginan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang ingin mengembalikan TPST kembali ke DKI Jakarta dan bukan di luar Ibu Kota.
Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Muhammad Sanusi mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap terlalu arogan dalam mengatasi masalah sampah. Padahal, masalah sampah bisa diatasi dengan duduk bersama.
"Kami sama Bekasi enggak ada persoalan tapi karena reaksi berlebihan Gubernur, jadi marah semua. Emosi semua. Padahal wajar protes kalau melanggar ketentuan," kata Sanusi, ketika dihubungi, Kamis (5/11).
Politikus Gerindra tersebut mengatakan permasalahan pengelolaan sampah yang berlarut-larut dapat menyebabkan Jakarta berpotensi krisis sampah. Dia mencontohkan penahanan truk sampah oleh warga di Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Menurutnya, penahanan truk tersebut merugikan DKI Jakarta karena Jakarta tidak memiliki tempat pembuangan sampah di wilayahnya sendiri.
"Kalau ditanya mungkinkah krisis, sangat mungkin karena Jakarta tidak memiliki pengolahan sampah di wilayahnya sendiri," ujarnya.
(utd)