Ahok menuturkan pembangunan proyek tersebut merupakan solusi permasalahan sampah untuk jangka panjang. Sementara, cara tercepatnya adalah membereskan persoalan truk sampah terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, tempat pembuangan sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Sunter terbatas kapasitasnya. Untuk itulah, dibangun ITF yang anggarannya dibutuhkan sekitar Rp 1,2 triliun.
Ahok mengaku telah menugaskan PT Jakpro selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta untuk pembangunan tersebut. Namun, pembangunan baru bisa terlaksana setelah Penyertaan Modal Provinsi (PMP) cair tahun depan.
Ahok sebelumnya mengaku heran terhadap pembatalan rencana pembangunan ITF. Ahok mengatakan, batalnya rencana pembangunan tempat pembakaran sampah telah molor sejak tiga tahun lalu.
"Saya tidak tahu ada motif apa. Saya tidak tahu itu gagal kenapa," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/11). (obs)