Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mengatakan genangan diprediksi masih akan muncul di Jakarta meskipun perbaikan drainase terus dilakukan oleh Pemprov DKI. Hal tersebut dikarenakan drainase yang ada di Jakarta sudah berusia tua.
"Drainase di Jakarta itu dibangun dari tahun 70-an, saat ini drainase-drainase tersebut sudah tidak berfungsi secara maksimal," kata Yayat, ketika dihubungi CNN Indonesia, Ahad (8/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya, Pemprov DKI bertaruh banjir kali ini tidak sampai sehari, kita lihat saja nanti," ujarnya.
"Pompa harus dimaksimalkan dan diperhatikan, pompa-pompa yang mati perlu diperbaiki. Selain itu, pompa juga perlu disesuaikan dengan kondisi yang ada jumlah dan kapastiasnya," ujarnya.
Dia pun mengatakan jumlah pompa yang diperlukan di Jakarta hingga ratusan. "Untuk jumlahnya perlu 100 lebih di Jakarta," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tata Air Jakarta, Tri Djoko Sri Margianto mengatakan pihaknya terus melakukan perbaikan terhadap pompa-pompa yang rusak. Menurutnya, sampah menjadi salah satu penyebab pompa menjadi rusak. Namun, dia belum dapat memastikan berapa jumlah pompa yang rusak.
"Pompa rusak itu biasanya akibat sampah, contohnya pompa di Pademangan itu ban bajaj sama kasur lipat masuk ke pompa, kita terus perbaiki agar fungsinya maksimal," kata Djoko ketika dihubungi CNN Indonesia.
Djoko mengatakan Pemprov DKI telah menyiapkan 150 unit pompa di waduk-waduk dan pompa mobile di sekitar wilayah Jakarta. (ags)