Ahok Siap Rawat Penderita Gizi Buruk

Eky Wahyudi, CNN Indonesia | Senin, 09/11/2015 14:32 WIB
Ahok Siap Rawat Penderita Gizi Buruk Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menggendong seorang anak balita saat menyapa warga di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4). (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap merawat anak penderita gizi buruk di Jakarta. Hal tersebut diungkapkannya setelah mendapatkan laporan adanya bocah yang mengalami gizi buruk di Cilincing, Jakarta Utara.

Ahok mengatakan RGM (9), bocah yang menderita gizi buruk, akan dibawa ke rumah sakit RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan. Namun masalahnya, keluarga yak mengizinkan.

"Nanti dikirim ke RSUD Koja, kalau memang kelurganya tidak mampu merawat, kami merawat," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (9/11).

Sebenarnya, menurut Ahok, Pemprov DKI akan merawat siapa pun yang mengalami gizi buruk meskipun bukan warga Jakarta. Nantinya, Pemprov akan menanggung pasien tersebut melalui dana BPJS Kesehatan.


"Jadi orang tanpa KTP Jakarta kalau sakit pun akan kami urus. Saya bisa masukan dia sebagai orang terlantar dan kami tanggung karena BPJS sudah dibayar," ujarnya.

Selain itu, jika ada penderita gizi buruk tidak mau dirawat maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memaksa agar penderita tersebut mau dirawat.

"Kalau tak bersedia, bisa tanda tangan pernyataan kalau tak mau dirawat," ujarnya.

Ahok menegaskan akan memaksimalkan fungsi RT/RW untuk memantau lingkungannya, jadi jika terdapat anak penderita gizi buruk bisa langsung diatasi. Dia pun tak segan untuk memecat jika RT/RW tak peduli dengan lingkungannya.

"Kalau RT/RW enggak peduli, enggak tahu warganya, ya pecat saja," kata Ahok.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan siap melaksanakan perintah Gubernur Ahok.

"Sebenarnya sudah kami sosialisasikan kalau ada pasien yang tidak bisa ditangani atau tidak tidak ada yang mau menangani, biar kami saja yang menangani," ujar Koesmedi, ketika ditemui di Balai Kota.

Terkait RGM, dia mengatakan, keluarga penderita tidak dapat menangani dengan baik karena tidak mau membawa ke rumah sakit. Koesmedi mengatakan pihaknya telah bertindak untuk mengatasi hal tersebut.

"Jadi bapak ibunya sudah meninggal, dia diurus sama kakek neneknya. Nah, mereka kan sudah tua jadi sulit untuk mengurusinya," ujarnya.

Sebagai kota besar sekaligus ibu kota negara, menurut Koesmedi tidak seharusnya ada kasus gizi buruk di Jakarta. Adanya kasus kekurangan gizi karena penyebab lain, misalnya faktor keluarga. (sur/sur)