"Senin kemarin sudah kami kirim lagi ke sana," kata Kepala Subdirektorat II Tindak Pidana Korupsi Komisaris Besar Djoko Purwanto kepada CNN Indonesia, Kamis (12/11).
Saat itu, kata Djoko, jaksa meminta penyidik untuk menambah keterangan saksi-saksi. Kini petunjuk itu sudah diikuti dan penilaian kembali kepada jaksa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus ini, satu tersangka sudah dijerat, yakni bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana. Kemungkinan penambahan tersangka, kata Djoko, mesti menunggu hingga berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa.
Denny meyakini tidak ada tindak pidana korupsi dalam implementasi program tersebut. "Ini adalah inovasi, sebuah terobosan," kata dia dalam berbagai kesempatan.
Kuasa Hukum Denny, Iryanto Subiakto, membenarkan aliran dana dari pemohon paspor dalam sistem ini sempat dimasukkan ke bank, bukan ke kas negara. Dia berargumen, kala itu uang disalurkan ke bank untuk dihitung.
"Satu hari tidak mungkin mereka langsung masuk ke kas negara, jadi harus dihitung dulu. Itu digunakan untuk penghitungan, tidak untuk diendapkan," ujarnya. (utd)