BMKG: Waspadai Ancaman Banjir dan Longsor di Banyak Daerah

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Kamis, 12/11/2015 11:16 WIB
BMKG: Waspadai Ancaman Banjir dan Longsor di Banyak Daerah Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan dimulai pada akhir November hingga awal Desember. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari 2016.

Tingkat intensitas hujan yang tinggi membawa dampak banjir dan longsor di banyak daerah.

"Kami memberikan catatan untuk meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan masyarakat Indonesia berkaitan dengan musim hujan," kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya di kantornya, Jalan Angkasa 1 Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/11).


Andi menyebutkan beberapa daerah rawan banjir di Indonesia yaitu, Sumatera Utara, Padang, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, dan Palembang.

Sementara daerah rawan banjir di Pulau Jawa di antaranya Banten, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sedangkan wilayah lainnya di Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku bagian selatan, Ambon, dan Papua.

"Ini (banjir) untuk Februari puncaknya," kata Andi.

Dia juga menyebutkan daerah rawan longsor di Indonesia. Beberapa di antaranya yaitu Bengkulu, Aceh, Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian tengah, Pacitan, Madiun, Lamongan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Ambon, dan Papua.

"Kerentanan gerakan tanah menggambarkan bahwa kalau hujan cepat sekali longsornya," ujar Andi.

Selain untuk meningkatkan kesiagaan terjadinya bencana banjir dan longsor, lanjut Andi, dinamika awan pada musim hujan awal tahun depan penting untuk lalu lintas transportasi udara dan laut.

Meskipun puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi pada Februari, namun justru di Sumatera sebelah utara memasuki musim kemarau, termasuk di Riau.

Sementara pada November hingga awal Desember, Indonesia memasuki musim pancaroba. Deputi Klimatologi BMKG Nurhayati mengatakan memasuki pancaroba kali ini, pihaknya memprediksi sifat hujan masih dalam batas normal (59,9 persen) hingga di bawah normal (30 persen). "Tapi dominan normal," katanya.

Bawah normal yang dimaksud yaitu intensitas hujan masih di bawah rata-rata dari hujan di lokasi tersebut. Misalnya seratus milimeter per bulan, intensitas hujan masih kurang dari angka itu. "Kami punya catatan tiap lokasi selama 30 tahun," katanya. (obs/obs)