Tolak Pabrik Semen, Warga Pati Aksi Jalan Kaki ke Semarang

Damar Sinuko , CNN Indonesia | Minggu, 15/11/2015 03:52 WIB
Tolak Pabrik Semen, Warga Pati Aksi Jalan Kaki ke Semarang Pengunjuk rasa saat memblokir badan jalan di Jalan Pati-Kudus, Jateng, Kamis (23/7). Mereka menuntut pencabutan izin lingkungan yang diberikan untuk pendirian pabrik semen. (ANTARA FOTO/Michael Ahimsa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan warga Pegunungan Kendeng, Pati, Jawa Tengah, Minggu (15/11), akan menggelar aksi jalan kaki atau long march dari Pati menuju Semarang untuk mengawal putusan gugatan mereka atas izin pertambangan pabrik semen di daerah Pati.

Sebelum melakukan long march, sedikitnya 500 warga Pegunungan Kendeng yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) akan menggelar apel di Omah Sonokeling, Pati, hari ini pukul 19.00-20.00 WIB.

Koordinator aksi, Gunretno mengatakan massa yang akan aksi jalan kaki ini bukan hanya dari warga Pati namun juga warga dari kota-kota sekitar.


"Kami kumpul dari Pati, Kudus, Blora, Rembang, dan Grobogan. Start kami dari Sonokeling,” kata Gunretno.

Gunretno menambahkan jika jalan kaki dari Pati mulai pukul 21.00 WIB maka diperkirakan sampai Kudus pada Senin (16/11) dini hari. Selama perjalanan akan diisi dengan doa tengah malam sambil beristirahat.

Aksi jalan kaki kemudian dilanjutkan terus menuju Demak dan langsung menuju kantor PTUN Semarang di Jalan Abdulrahman Saleh, Semarang.

"Jalan kaki kami perkirakan sampai Semarang pada Selasa (17/11) dini hari untuk mengawal sidang putusan penolakan kami atas pabrik semen di Pati,” tambah Gunretno.

Seperti diketahui, pendirian pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti, anak perusahaan PT Indocement, di area pegunungan Kendeng Pati, mendapat penolakan keras dari warga karena dapat merusak alam sekitar yang menjadi mata pencarian warga. Namun pada Maret 2015, tanpa diduga Bupati Pati Haryanto menerbitkan surat izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang meloloskan pendirian pabrik semen. (obs/obs)