Kepala Dishubtrans Andri Yansyah menyatakan ada dua lokasi yang digunakan sebagai tempat penampungan bus-bus tersebut. "Saya baru tampung di Rawa Buaya dan Terminal Pulogebang," kata Andri di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada faktanya tidak semua bus yang tersimpan di penampungan bisa kembali dijalankan. Untuk mengakali itu biasanya para pemilik mengganti nomor polisi dari kendaraan tersebut. "Dia ganti plat dari kuning ke hitam dan dibuang ke daerah, itu boleh asal dia urus ke polisi" ujar Andri.
Bahkan Ahok menegaskan saking banyaknya bus yang dicabut trayeknya tempat penampungan bus sudah sangat penuh dan tidak mencukupi lagi untuk menampung bus tambahan. "Kami sudah mencabut trayek 1600 bus, jadi kalau kalian melihat ke tempat penampungan bus sudah tidak muat lagi," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/12).
Ahok menjelaskan bahwa jumlah bus yang beredar di Jakarta bisa mencapai angka 3000 bus. Sebagian besar bus tersebut, lanjut Ahok, kondisinya juga tidak layak untuk beroperasi.
Namun anehnya, banyak bus-bus yang KIR-nya tidak lolos pengetesan tapi akhirnya tetap bisa digunakan di lapangan. Banyak pemilik bus yang memberikan sogokan pada oknum Dinas Perhubungan dan Transportasi agar busnya bisa tetap beroperasi. (obs)