“Kami taruh sejumlah sniper dari Brimob Polda NTT ke beberapa titik yang menggelar pilkada serentak,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT AKBP Jules Abraham Abbas di Kupang, NTT, Rabu (9/12).
Penyebaran penembak jitu ini, menurut Jules, merupakan bagian dari pengamanan. Semua ditujukan agar pilkada di NTT dapat berjalan aman dan damai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jules, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memang telah memerintahkan kepada seluruh Kepolisian Daaerah di wilayah yang menggelar Pilkada Serentak untuk menurunkan penembak jitu.
Mantan Kapolres Manggarai Barat NTT itu mengatakan semua pasukan Kepolisian di provinsi itu telah siaga satu di lokasi pilkada. Sementara pasukan di kabupaten yang tak menggelar pilkada, juga siap dimintai bantuan jika pecah kerusuhan.
“Kami siaga penuh. Jika ada kerusuhan di mana pun, pasukan siap bergeser," kata Jules.
Kesepuluh Polda yang diperkuat itu berada di daerah rawan konflik, yakni Gorontalo, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jambi, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Barat.
Sepuluh wilayah itu masuk kategori rawan berdasarkan catatan sejarah konflik di masing-masing daerah seperti sengketa batas wilayah, adanya pengurus partai politik ganda, adanya potensi konflik antarpasangan calon, dan karateristik masyarakat. (antara/agk)