"Saya harap ini akan menjadi bagian yang baik bahwa demokrasi di Indonesia dapat dijaga dan berjalan dengan baik," kata JK di Jakarta.
JK juga mengatakan, sebelumnya ia sudah berpengalaman menjadi pemantau pemilihan umum di sejumlah negara, salah satunya di Azerbaijan.
Menurut Wapres, demokrasi di Indonesia adalah pilihan. Meski sistem demokrasi tak sempurna, tapi Indonesia menganggapnya lebih baik dibanding sistem otoriter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jelang Pilkada Isu Politik Uang Merebak |
Pada perkembangannya, pemilu di Indonesia ada tiga tingkat, yaitu di tingkat pemerintah pusat, provinsi. dan kabupaten/kota yang dilakukan secara terbuka dengan 500 lebih kabupaten/kota.
Kondisi itu menyebabkan Indonesia menjadi negara dengan paling banyak pemilihannya di seluruh dunia. Awalnya setiap dua minggu ada pemilihan sehingga tugas Komisi Pemilihan Umum menjadi sangat berat.
Begitu juga dengan Pemilu 2019 untuk memilih presiden dan wakil presiden serta legislatif, sehingga nantinya akan menjadi tiga kali pemilu dan akan sangat efisien.
Pilkada serentak akan dipantau oleh pemantau asing seperti penyelenggara pemilu dari luar negeri antara lain Malaysia, Thailand, Srilanka, Bangladesh, Filipina dan Australia serta 25 duta besar negara sahabat, lembaga internasional dan nasional pemerhati dan pegiat pemilu, juga dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Mereka akan memantau Pilkada Serentak di Tangerang Selatan. (antara/sip)