Tiap Lima TPS di Tangsel Dijaga Dua Polisi

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2015 09:50 WIB
Tiap Lima TPS di Tangsel Dijaga Dua Polisi Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Kepala Kepolisian Resor Tangerang Selatan Komisaris Bachtiar Alfonso menyatakan dua personel Kepolisian akan melakukan penjagaan terhadap lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemililihan Kepala Daerah di Kota Tangerang Selatan.

"Nanti untuk per- lima TPS akan ditempatkan dua orang personel untuk pengamanan," ujar Bachtiar, Rabu (9/12).

Bachtiar menjelaskan, sebagai salah satu daerah rawan konflik Pilkada, Kota Tangsel harus mendapatkan perhatian penuh dari aparat Kepolisian. Pasalnya, berdasarkan data yang dimiliki Kepolisian, ada 2.245 TPS yang tersebar di 54 Kelurahan yang ada di Kota Tangsel.

Lebih lanjut, Bachtiar mengaku, Polres Tangsel juga telah mendapatkan bantuan tambahan personel dari Markas Besar Polri dan Polda Metro Jaya untuk mengamankan jalannya Pilkada hari ini.


"Totalnya 2.251 Personel, itu sudah termasuk tiga kompi Brigade Mobil dan tiga kompi Sabhara dari Polda Metro Jaya, satu kompi dari Polres Tangerang Kota, serta dari TNI 450 personel, sedangkan dari Polres Tangsel sendiri sebanyak 467 personel," ujar Bachtiar.

Bachtiar mengaku tidak ada pengaman khusus yang dilakukan oleh Kepolisian di tiap-tiap TPS tempat ketiga Calon Wali Kota mencoblos. Pasalnya, kata Bachtiar, setiap Calon Wali Kota sudah mendapatkan pengawalan melekat oleh anggota Polri sebelum dan sesudah pemilihan.

Pilkada Kota Tangsel akan berlangsung di 2.245 TPS di 54 Kelurahan. Sebanyak 905.201 orang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap aktif Pilkada Kota Tangsel. Tiga pasangan calon bersaing yakni Ikhsan Mojo - Li Claudia Chandra, Arsid - Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri dan Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie.

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan bahwa Kota Tangsel perlu mendapat atensi khusus dari Kepolisian. Ia menilai, kentalnya kultur lokal di Kota Tangsel dapat menimbulkan gesekan bila tidak dikoordinir dengan baik.

"Tangsel mungkin karena faktor primordial jawara-jawara yang ada di sana. Tapi, komunikasi sudah banyak kami lakukan," ujar Tito di kemarin. (sur/sur)