Aksi Pemukulan Nodai Pelaksanaan Pilkada Serentak di Papua

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2015 10:10 WIB
Aksi Pemukulan Nodai Pelaksanaan Pilkada Serentak di Papua Kepala Satuan Wilayah melaporkan kondisi pengamanan pilkada kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan melalui konferensi jarak jauh. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Keerom, Papua, sempat diwarnai sedikit kericuhan pada Rabu (9/12) pagi ini.

Menurut laporan yang dibacakan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, kericuhan terjadi saat Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Keerom dipukul oleh warga yang mempermasalahkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pagi tadi.

"Terjadi pemukulan terhadap Ketua KPPS karena ada warga yang ingin membawa nama-nama yang tidak terdaftar dalam DPT. Telah dijawab oleh KPPS itu bukan kewenangan mereka. Kemudian warga marah akhirnya terjadi pemukulan," ujar Badrodin di Posko Operasi Pengamanan Pilkada Serentak, Mabes Polri, Jakarta.

Laporan pengamanan pelaksanaan Pilkada serentak di Indonesia saat ini sedang disampaikan oleh para kepala satuan wilayah kepada Badrodin dan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Laporan tersebut disampaikan melalui telekonferensi yang digelar di masing-masing markas kepolisian atau TPS setempat.


Menurut Badrodin, penyelenggaraan Pilkada serentak pertama di Indonesia dapat dilaksanakan tanpa kendala yang berarti.

"Kecuali ada 5 Pilkada yang ditunda yaitu di Kalimantan Tengah, Kabupaten Simalungun, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Fakfak, dan Kota Manado. Semoga penundaan tidak sampai lama supaya bisa dilaksanakan segera," ujarnya.

Hari ini Pilkada serentak dilaksanakan di 246 ribu TPS yang tersebar pada 269 Kabupaten/Kota yang ada di 32 Provinsi. Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum, terdapat 100.461.890 warga negara Indonesia yang akan menyumbangkan suara di Pilkada Serentak 2015 ini.

Terdapat juga 192.901 personil kepolisian dan 11 ribu aparat TNI yang mengamankan Pilkada di tempat-tempat tersebut. (sur/sur)