"Hal itu penting karena hidup antara kelompok beragama pasti pernah terjadi gesekan. Namun, di situlah kami optimistis akan ada toleransi," kata Nashir saat ditemui di PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (30/12).
Dalam catatan akhir tahun Muhammadiyah, suasana kehidupan beragama di Indonesia pada tahun ini dinilai cukup kondusif. Kendati demikian, Muhammadiyah menilai potensi terjadinya ketegangan dan konflik antar umat beragama masih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya percaya ke depannya toleransi antar umat beragama di Indonesia akan lebih baik karena semakin banyak organisasi kemasyarakatan yang menyebarkan nilai agama yang toleran dan menebar cinta kasih," ujarnya.
Lihat juga:Toleransi di Jemari Pak Samin |
Senada, Jaksa Agung Prasetyo menuturkan jajarannya sebagai bagian dari pemerintah siap mengawal kerukunan umat beragama. Dia menyebutkan, Kejaksaan memiliki tugas di bidang ketertiban dan kententraman. Bidang itu mencakup mencegah adanya penyalahgunaan, penodaan agama yang membahayakan masyarakat.
Selain itu, Kejaksaan juga mempunyai forum pengawas aliansi umat yang bertugas memantau kerukunan. Kejaksaan memiliki peran intelijen, yang menjaga ketertiban umum. Oleh karena itu, dia mengatakan Kejaksaan membuka diri bagi para stakeholders keagamaan untuk berkoordinasi bersama kejaksaan mengenai potensi kerawanan konflik beragama. (bag)