Kapolda Sulteng Brigjen Pol Idham Aziz mengatakan tiga perempuan itu adalah istri dari Santoso, Basri, dan Ali Kalora, tiga petinggi kelompok teroris yang terus diburu polisi.
“Tiga perempuan tersebut merupakan janda mujahidin asal Bima, Nusa Tenggara Barat. Ketiga perempuan tersebut diberikan inisial Umi Fadel, Umi Mujahid dan Umi Delima,” kata Idham, dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan data intelejen, tiga perempuan itu berasal dari Bima. Mereka tidak mau turun dari Poso dan ingin bersama-sama suaminya saat ini. Kata mereka, lebih baik mati sahid mendampingi suami-suaminya di sana," ungkapnya.
Walaupun demikian, Polda sudah memastikan kalau mereka tidak bisa keluar jauh meninggalkan Poso dan hanya bisa beraktivitas di hutan pegunungan Poso. Hal tersebut dikarenakan posisi mereka semakin terjepit, logistik semakin kurang dan personel keamanan terus mengepung.
Polisi, kata Idham, tidak akan berhenti mengejar mereka sampai semuanya tertangkap.
“Setelah operasi Camar Maleo IV-2015 berakhir pada 9 Januari 2016, Polda Sulteng akan melanjutkannya dengan operasi mandiri kewilayahan," ujarnya. (gen)