Polisi Bekuk Tujuh Teroris Anak Buah Santoso

Abraham Utama, CNN Indonesia | Kamis, 31/12/2015 15:20 WIB
Polisi Bekuk Tujuh Teroris Anak Buah Santoso Di hari terakhir tahun ini, Kepolisian kembali menangkap terduga teroris. (ANTARA/Zainuddin MN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menangkap tujuh orang terduga teroris di Desa Tayawa, Kabupaten Tojo Unauna dan Desa Malino, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

"Kami menangkap lagi tiga orang di Desa Tayawa. Jadi jumlah seluruhnya ada tujuh orang," kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Aziz di Palu, Kamis (31/12).

Namun Idham belum dapat merilis kronologi penangkapan serta identitas ketujuh orang itu dengan alasan keterbatasan data.


Informasi yang dihimpun Kepolisian menunjukkan para terduga teroris tersebut merupakan operator aksi teror yang dilakukan gembong teroris Abu Wardah alias Santoso beserta kelompoknya.
Idham memperkirakan Santoso dan 31 pengikutnya yang telah berbaiat menjadi anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) saat ini masih bersembunyi di hutan.

Menurut Idham, kelompok Santoso berada di pesisir Poso hingga dua kabupaten lain, yakni Parigi dan Napu.

"Wilayah pergerakan mereka ada di dalam hutan seluas sekitar 2.400 kilometer persegi. Mereka semakin terjepit dan logistik semakin berkurang karena personel kepolisian terus mengepung," kata Idham.

Operasi Camar Maleo IV yang digelar khusus untuk menangkap Santoso akan berakhir 9 Januari mendatang. Jika sampai batas waktu itu target utama belum tertangkap, Idham mengatakan kepolisian daerahnya tetap akan menggelar operasi mandiri kewilayahan.

"Kami sedang matangkan rencana operasi mandiri ini. Sandi operasinya juga akan kami ganti, bukan lagi pakai nama Camar Maleo. Wakapolda sedang mengkajinya," kata dia.

Hingga berita ini ditulis, Kepolisian telah menangkap 17 terduga teroris dan menewaskan tujuh orang lainnya pada Operasi Camar Maleo IV. Sejumlah barang bukti seperti senjata api, amunisi, bom rakitan, dan bahan pembuat bom turut disita Kepolisian.
(ANTARA/agk)