Hal itu disampaikan Ahok saat mendeklarasikan program sekolah aman bencana, sebuah program yang sebenarnya sudah dicanangkan sejak 2013 lalu, pada Selasa (19/1).
Namun begitu Ahok mengingatkan bahwa deklarasi yang dilakukan terlambat karena program ini sudah berjalan sejak 2013 lalu dan sudah diterapkan di 62 sekolah di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Ahok juga menilai sebanyak 47 persen sekolah di Jakarta kondisinya tidak layak digunakan sebagai tempat belajar. Ahok mencontohkan misalnya bangunannya sudah jelek dan berpotensi roboh membuat nyawa anak sekolah menjadi taruhan.
"Saya minta Kadisdik agar tak ada lagi sekolah jelek di Jakarta. 2017 anggarannya kami habiskan semua (untuk pendidikan)," kata Ahok.
Sebelumnya, Ahok berencana mengganti konstruksi bangunan sekolah, khususnya sekolah negeri, mencapai 30 persen dari total yang ada dengan menggunakan baja ringan. Ahok mengungkapkan pembangunan sekolah di Jakarta banyak yang menggunakan material yang tidak tahan lama, yakni memakai kayu muda yang mudah dimakan rayap. Sehingga, gedung menjadi rentan bencana ketika digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
(utd)