"Mungkin potential suspects-nya sudah menonton tayangan dan berita sehingga menyiapkan strategi-strategi lagi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/1).
Saat ini, kata Krishna, sejumlah saksi masih akan diperiksa ulang untuk melengkapi berkas penyidikan. (Simak terus Fokus: SIAPA TERSANGKA KASUS MIRNA?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, rekonstruksi dan gelar perkara dilakukan. Polisi tak ingin gegabah menetapkan tersangka karena kasus kematian Mirna dianggap sebagai kasus yang harus ditangani khusus.
Sahabat Mirna, Jessica Kumala Wongso, hari ini kembali memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait kasus ini.
Jessica tiba sekitar pukul 13.00 WIB didampingi kuasa hukumnya. Ia langsung masuk ke ruang penyidik. "Saya sudah telat ya," ujar Jessica.
Salah satu kuasa hukum Jessica menjelaskan pemeriksaan kliennya hari ini untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dinilai belum lengkap oleh penyidik.
Terkait pemeriksaan intensif terhadap Jessica, polisi meminta publik tak salah tafsir.
“Keterangannya diperlukan untuk melengkapi alat bukti. Intinya untuk membuat terang-benderang perkara," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal.
Jessica dan Mirna merupakan teman sekampus di Billy Blue College of Design, Sydney, Australia. Jessica lulusan desain grafis dari kampus itu.
Jessica tinggal di Australia sejak 2008 dan selama itu jarang pulang ke Indonesia, sebab orang tuanya pun menetap di Australia sejak 2005.
Namun pertemuan itu berakhir petaka dan Mirna tewas usai menyesap kopi vietnam bersama Jessica dan Mirna di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town, Thamrin, Jakarta Pusat.
Jessica mengatakan tak bersalah dalam kasus ini. Pengacaranya menyebut Jessica depresi karena pemberitaan yang seakan menyudutkan dia.