Rhoma Irama Melawan Teror Lewat Dangdut

Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2016 14:10 WIB
Rhoma Irama Melawan Teror Lewat Dangdut Foto: CNN Indonesia/Safir Makki
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) Rhoma Irama menyatakan partainya tak gentar menghadapi teror dalam bentuk apapun. Raja Dangdut itu menegaskan tujuan dibentuknya Partai Idaman adalah untuk menampilkan citra Islam yang menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).

Menurut Rhoma, perilaku teror pada dasarnya dimiliki oleh hampir setiap agama. Dengan demikian dia tidak menghendaki Islam disandingkan sebagai agama teroris.

"Terorisme itu urusan politik, bukan persoalan agama," kata Rhoma usai melantik Dewan Pimpinan Wilayah Partai Idaman di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Rabu (20/1).


Bukan sebuah kebetulan Rhoma menggelar perhelatan partainya tidak jauh dengan tempat terjadinya aksi teror bom yang mengguncang di jantung Ibu Kota, Thamrin. Rhoma melantik kepengurusan partai di gedung hotel yang berdampingan dengan Menara Cakrawala, tempat berlangsung 'konser' teror pekan lalu.
Pihak pengelola hotel berusaha meyakinkan Rhoma apakah dia tidak salah memilih tempat untuk menggelar perhelatan. Rhoma diingatkan kembali bahwa dia menggelar acara di radius lokasi aksi teror yang telah menjadi perhatian dunia.

"Saya teu sieun pak," kata Rhoma meyakinkan pihak pengelola hotel yang juga berdarah sunda. "Justru saya di sini untuk menunjukkan bahwa Idaman tak gentar menghadapi teror. Tugas Idaman adalah melawan teroris," kata Rhoma.
Pernyataan Rhoma itu disampaikan di sela pidato sebelum dia berdendang mendakwahkan visi-misi Partai Idaman melalui lirik-lirik lagu Soneta Group.

Rhoma menegaskan, berdakwah melalui musik merupakan keahliannya dan sudah terbukti ampuh pesan yang terkandung dalam lirik bisa tersampaikan kepada pendengarnya.

Berseragam jas hijau dengan logo tangan membentuk hati, personel lengkap Soneta Group yang terpekur di atas panggung selama Rhoma berpidato lantas menyiapkan diri dengan alat musiknya setelah mendapat instruksi dari Bang Haji. Musik dangdut pun menghentak, alunannya menggema di seisi ruang ballroom hotel.

Meski acara dikemas resmi dengan susunan bangku dan meja tertata rapi, namun tabuhan gendang dan petikan melodi berdistorsi kasar dari Soneta Group tak kuasa menahan gairah para kader partai maupun Forsa (Fans Rhoma Irama and Soneta) untuk ikut bergoyang larut dalam alunan musik si Raja Dangdut.
Lagu-lagu yang dimainkan Rhoma merupakan musik aransemen ciptaan sendiri yang memang dipersembahkan khusus dalam album musik Partai Idaman. Rhoma bersama Soneta kali ini menyuguhkan sejumlah nomor lagu berjudul Idaman, Kita Adalah Satu, Reformasi, dan Indonesia.

Nuansa dangdut semakin kental mewabah di seisi ruangan tempat gelaran Partai Idaman. Terlebih, kolega-kolega Rhoma di dunia musik dangdut pun turut hadir menyemarakkan suasana, yakni Jaja Mihardja, Dorce Gamalama, Mansyur S, Rita Sugiarto, Endang Kurnia, Caca Handika, dan Ridho Roma.

Partai Idaman merupakan partai pendatang baru yang dideklarasikan secara nasional pada 14 Oktober 2015, bertepatan dengan tanggal Islam 1 Muharram 1437 H. Partai besutan si Raja Dangdut itu mengusung visi menampilkan citra yang menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin) serta membangun Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila. (bag/bag)