Hani diperiksa sebagai saksi terkait kasus kematian Mirna yang meninggal usai minum kopi yang mengandung zat sianida di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, 6 Januari lalu.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sekitar tujuh polisi mengawal Hani keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hani bersama temannya juga terlihat menutupi wajahnya sembari berjalan menuju mobil yang telah menunggunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hani takut kaya tadi, dorong-dorongan sama wartawan," ujar sang polisi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1) malam.
"Karena keterangannya ada yang berbeda dengan yang kami miliki, jadi kami cek lagi," ujar Krishna.
Menurut Krishna, Hani diperiksa terkait kronologi kejadian saat Mirna meregang nyawa akibat meminum kopi vietnam yang belakangan diketahui mengandung sianida.
"Hani ini kan panik waktu itu. Kami tanya, mungkin dia tidak ingat. Kemudian kami tunjukkan sesuatu apakah dia mengingat-ingat lagi. Ya karena kalau panik bisa lupa. Karena lupa, kami ingatkan lagi," ujar Krishna. (pit)