Kepala Dinas PU Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan setidaknya di Jakarta ada lebih dari 400 pompa air yang siap digunakan untuk menghadapi potensi banjir. 400 lebih pompa tersebut terdapat di lima Kota Administrasi yang ada di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalaupun ada yang rusak, kata Teguh, faktornya adalah lebih karena alat-alat itu sudah lama tidak digunakan. Ada alat yang baru digunakan setelah empat bulan didiamkan, ada juga yang sudah delapan bulan tak dioperasikan.
"Sekarang ada usul bahwa pompa lama itu lebih baik diganti baru dan rumah pompa didesain lebih bagus agar siap antisipasi banjir kapanpun," kata Teguh.
Teguh pun menegaskan, jika nanti usulan membeli pompa baru disetujui, dia ingin agar pembelian diserahkan seluruhnya pada agen tunggal pemegang merek. Itu dilakukan agar alat yang dibeli kualitasnya tidak sembarangan.
Sementara untuk kemungkinan kekurangan alat untuk hadapi banjir, Teguh mengatakan pihaknya telah mempersiapkan alat cadangan berupa pompa mobile yang bisa berpindah ke lokasi yang muncul genangan.
"Persiapannya ada 119 pompa mobile yang siap membantu dan disebar di lima wilayah, paling banyak disebar di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur," katanya.
"Sementara di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, khususnya di Pesanggrahan kami siapkan tiga pompa mobile."
(obs)