"Gafatar bukan hanya terkait penodaan agama, tetapi menurut saya ada indikasi kuat adanya makar. Mereka secara jelas mencita-citakan berdirinya suatu negara Islam," kata Lukman usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (2/2).
Lukman mengatakan penegakan hukum terhadap Gafatar harus menjadi prioritas pemerintah, sebab pada tahun 2008 Ahmad Musadeq yang diyakini berada di balik Gafatar juga tersangkut kasus penistaan agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Asumsi) ini luar biasa. Kami sangat tersanjung orang-orang seperti kami dinilai mau membangun negara. Kami tidak bermimpi membentuk negara dan menjadi penguasa," kata Mahful saat konferensi pers di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, Selasa pekan lalu.
Kendati demikian, Mahful mengakui Ahmad Musadeq merupakan narasumber spiritual mereka. Musadeq sebelumnya pernah mengaku sebagai manusia yang memperoleh wahyu dari Tuhan untuk membawa ajaran agama baru.
Secara pemahaman, ajaran agama itu dinilai menyimpang lantaran bertentangan dengan ajaran agama lainnya, termasuk Islam.