Soejono berkata, tugas RSCM hanya memeriksa profil calon pendonor dari aspek kedewasaan, kesehatan, kejiwaan dan intelektualitas.
"Rumah sakit mengurus masalah medis. Jual-beli itu di luar dan bukan tugas kami," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soejono mengaku lupa berapa jumlah dokter RSCM yang tercatat menjadi anggota tim tersebut. Ia berkata, dalam sekali verifikasi terhadap calon pendonor ginjal, tim screening diisi tiga orang, terdiri dari dokter dan psikiater.
Berdasarkan data RSCM, sekitar 30 persen calon pendonor gagal melewati proses verifikasi. "Kami tolak karena mereka berbohong," katanya.
Lihat juga:RSCM Cangkok Ratusan Ginjal Sepanjang 2015 |
Mantan Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, pembebasan biaya bagi pendonor ginjal merupakan bagian dari kesepakatannya dengan RSCM.
"Sebelumnya dia harus tanda tangan bahwa akan patuh pada peraturan rumah sakit," tuturnya.