"Korban meninggal yang baru ditemukan tim evakuasi di Kabupaten Solok Selatan bernama M. Yunus (65)," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zulfiatno dihubungi dari Padang, Senin.
Menurutnya, korban yang baru ditemukan sore hari itu, berada di lokasi yang sama dengan empat korban yang sebelumnya ditemukan meninggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain korban tanah longsor di Solok Selatan, dilaporkan juga ada satu korban meninggal karena dihanyutkan banjir di Kabupaten Limapuluh Kota atas nama Padri (laki-laki 16 tahun).
Data BPBD Sumbar, saat ini ada 10 kabupaten dan kota di daerah itu yang terkena dampak bencana banjir dan longsor diantaranya, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Kota Solok, Limapuluh Kota, Agam, Tanah Datar, Dharmasraya, Sijunjung, Kabupaten Pasaman dan Kota Sawahlunto.
Dapur Darurat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota Sumatera Barat (Sumbar), segera mendirikan dapur umum untuk membantu korban banjir di Kecamatan Pangkalan Koto Baru.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Nasriyanto saat dihubungi dari Payakumbuh, mengatakan, dapur umum tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warga yang jadi korban banjir.
"Saat ini masyarakat butuh makanan, sementera mereka tidak sempat memasak karena mereka fokus evakuasi," ujar dia.
Sementara itu, Camat Pangkalan Koto Baru Andri Yasmen mengatakan pihaknya akan mendirikan tempat pengungsian yang bertempat di mess pemda di pinggir jalan utama Sumbar-Riau. Ia memperkirakan, sekitar 3.000 warga yang akan dipindahkan ke lokasi evakuasi, sebab bencana banjir merendam 1.000 rumah.
"Selain menempati lokasi evakuasi, wargu juga dapat menempati rumah saudara mereka yang tidak terendam," tambah dia.
Ia menyebutkan, saat ini hujan masih mengguyur kecamatan tersebut, sementara debit air sedikit berkurang. Sementara, listrik masih mati total dari tadi malam. Salah seorang Anggota DPRD Limapuluh Kota, Riko Febrianto mendesak pemerintah setempat menetapkan peristiwa tersebut darurat bencana.
Menurutnya, saat ini bukan hanya satu kecamatan yang terdampak bencana melainkan hampir semua kecamatan yang ada di kabupaten tersebut dilanda bencana. (pit)