Keputusan membentuk Panja Harmonisasi dilakukan setelah Baleg mendengarkan pemaparan dua pakar hukum pidana, yakni Professor Romli Atmasasmita dan Professor Andi Hamzah terkait revisi UU KPK.
"Atas keputusan rapat, Panja Harmonisasi revisi UU KPK akan diketuai oleh saya sendiri," kata Wakil Ketua Baleg Firman Soebagyo, di ruang rapat Baleg, Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin (9/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mohon kalau masih kita sepakati, kita undang pimpinan KPK dalam rapat dengar pendapat ataupun penjadwalan di Panja," kata Aria.
Belum Pembahasan Tingkat I
Usai rapat, Firman menjelaskan Panja Harmonisasi akan melakukan pemantapan terhadap substansi revisi UU KPK. Pemantapan itu dilakukan agara draf revisi UU KPK tidak bertentangan dengan konstitusi, UU lainnya dan rencana strategis pemerintah.
Selain itu, Firman menerangkan nantinya Panja Harmonisasi berencana tetap akan menjadwalkan mengundang kembali KPK. Hal itu dikarenakan tingginya sensitivitas terhadap revisi UU KPK.
Adapun mekanisme yang menandakan pembahasan revisi UU KPK dimulai setelah Panja Harmonisasi dan Baleg memutuskan revisi menjadi inisiatif DPR. Keputusan itu akan dilaporkan ke Badan Musyawarah DPR.
Setelahnya presiden mengutus menteri yang akan melakukan pembahasan bersama DPR sekaligus mengirimkan daftar inventaris masalah (DIM) terhadap revisi UU KPK usulan parlemen.
Hari ini, Baleg telah mendengarkan pemaparan dua pakar hukum pidana terkait revisi UU KPK. Kedua pakar itu yakni, Prof. Romli Atmasasmita dan Prof. Andi Hamzah mendukung dilaksanakannya revisi UU KPK. (pit)