"Itu masalah kesalahan teknis orang (human error). Saya diberitahu KSAU langsung," kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (12/2).
Pesawat T-50i Golden Eagle jatuh di pinggiran kesatrian Akademi Angkatan Udara Yogyakarta akhir tahun lalu. Kecelakaan itu terjadi saat gelaran Yogyakarta Air Show. Sebelum jatuh, pesawat T-50 tersebut sempat bermanuver dan terbang rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marda pula yang membawa jet tempur itu dari Korea Selatan ke Indonesia untuk memperkuat armada udara TNI.
Menanggapi kecelakaan yang belakangan terjadi pada pesawat-pesawat baru TNI, Ryamizard mengatakan anggaran pemeliharaan pesawat baru sesungguhnya tidak banyak, berbeda dengan anggaran pemeliharaan untuk pesawat berusia uzur.
Menhan mengklaim selama ini pihaknya telah mengaudit pesawat-pesawat baru tersebut. “Saya juga jalan ke lapangan terbang, industri, depo. Kondisinya bagus. Makanya kenapa kok (pesawat) baru, celaka," ujar Ryamizard.
Lihat juga:KSAU: Super Tucano Rutin Mendapat Perawatan |
"(Pesawat TNI) yang jatuh malah yang baru-baru. Tapi enggak usah berburuk sangka. Amerika punya 15 alutsista udara baru, crash juga," ujar Luhut di Kantor Kemenkopolhukam.
Oleh sebab itu, kata mantan Komandan Grup 3 Kopassus itu, pemerintah perlu meneliti penyebab banyaknya pesawat baru yang celaka.