KomnasHAM: Pemerintah Harus Berikan Pendidikan Seks bagi Anak

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Senin, 15/02/2016 17:10 WIB
KomnasHAM: Pemerintah Harus Berikan Pendidikan Seks bagi Anak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan menolak rencana penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) tentang hukuman kebiri secara kimiawi. (CNN Indonesia/ Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pemerintah harus memberikan pendidikan seks bagi anak sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual.

Wakil Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila berpendapat pendidikan seks bagi anak penting agar anak mengenal tubuh dan fungsinya. Pendidikan seks juga dinilai penting agar anak tahu mana sentuhan yang wajar dan yang melecehkan.

"Jangan disalahartikan pendidikan seks berarti mengajarkan anak melakukan hubungan seks. Pendidikan seks sangat penting diberikan sejak usia dini," kata Laila saat konferensi pers di Komnas HAM, Jakarta, Senin (15/2).  
Laila mengapresiasi langkah Bupati Kulon Progo yang mewajibkan semua sekolah memberikan pendidikan seksual setiap pekannya. Hal ini dinilai efektif dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual.


"Selain anak, orang tua harus diedukasi juga agar waspada dengan kejahatan seksual di sekitarnya. Masyarakat juga harus diajak untuk melakukan pengawasan bersama terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan seksual," tuturnya.

Laila mengatakan selama ini pelaku kekerasan seksual biasanya merupakan orang dekat dari korban. "Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri pelakunya menjadi sangat penting," katanya.
Berdasarkan data Lembaga Perlindungan Anak, sejauh ini terdapat 21.689.797 kasus pelanggaran hak terhadap anak, di mana sebanyak 58 persen merupakan kejahatan seksual.

Sementara itu, data Komisi Perlidungan Anak Indonesia menyebutkan ada 22 juta anak yang mengalami kekerasan sepanjang 2010 hingga 2014, di mana sebanyak 42 persen di antaranya merupakan kasus kejahatan seksual.

(gil/agk)