Hal itu disampaikan Luhut dalam rapat kerja gabungan pemerintah bersama Komisi Pertahanan dan Komisi Hukum DPR. Menurutnya, Densus 88 kini belum ditunjang dengan sarana dan prasarana yang maksimal.
"Rencana aksi nasional penanggulangan terorisme menjadi penting. Kondisi Densus 88 Anti Teror saat ini sedih karena fasilitasnya sangat memprihatinkan," kata Luhut Binsar Panjaitan di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Senin (15/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Densus 88, Luhut juga menyoroti penguatan pasukan khusus TNI Angkatan Laut Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Menurutnya, penguatan Denjaka diperlukan untuk mendukung Densus 88 dengan pola operasi yang ditentukan.
"Kami tidak mau negosiasi (soal terorisme). Kapolri, TNI, BIN begitu ada attack, akan kami serbu. Polisi di depan. TNI di belakang," tuturnya.
Lihat juga:Jokowi Diminta Tegas Tolak Revisi UU KPK |