Bekasi Dukung Pengelolaan Sampah Dengan Dua Daerah Lain

Antara, Yuliawati, CNN Indonesia | Senin, 22/02/2016 15:06 WIB
Bekasi Dukung Pengelolaan Sampah Dengan Dua Daerah Lain Foto: CNN Indonesia/Anggit Gita Parikesit
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyambut baik gagasan Tempat Pembuangan Akhir regional sebagai solusi atas problematika mahalnya biaya mengolah sampah yang ditanggung pemerintah daerah.

"Saat ini tawaran untuk menggabung pengelolaan sampah secara terpadu dengan daerah lain baru datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan Kabupaten Bekasi Dodi Agus Supriyanto, di Cikarang, Senin(22/2/2016) seperti dilaporkan Antara.
Menurut dia, usulan Pemprov Jabar adalah menggabungkan sistem pengolahan sampah antara Purwakarta, Karawang dan Kabupaten Bekasi. Menurut dia, tawaran itu baru sebatas pembicaraan antara pihaknya dengan Dinas Kebersihan Provinsi Jabar.

"Namun titik pengolahannya di mana, kami belum tentukan. Salah satu usulannya berada di Karawang, Jawa Barat," katanya.


Menurut Dodi, persoalan pengelolaan sampah di TPA Burangkeng Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekas selama ini adalah mahalnya mesin pengolah sampah dengan teknologi modern.

"Biayanya bisa miliaran rupiah kalau dengan teknologi modern sehingga sampah bisa dijadikan energi listrik," katanya.

Menurut dia, APBD pemerintah setempat dalam merealisasikan pembelian mesin tersebut belum mencukupi dan dirasa memberatkan. Namun demikian, pihaknya sangat menyambut baik usulan penggabungan pengelolaan TPA karena biaya yang dikeluarkan pun akan relatif lebih ringan.

"Kita tunggu keinginan seperti apa. Ini persoalan 'tiping fee' bahwa Pemda harus bayar sampah yang masuk. Tapi pastinya bisa lebih ringan dari pengelolaan secara sendiri-sendiri," katanya.

Armada Sampah Bertambah

Pemerintah Kabupaten Bekasi rencananya menambah jumlah armada truk sampah pada 2016.  "Saat ini truk sampah yang ada hanya berjumlah 76 unit dari estimasi kebutuhan sekitar 115 hingga 120 unit," kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan Kabupaten Bekasi Dodi Agus Supriyanto.

Menurut dia, sampah yang diproduksi warga dan insdutri Kabupaten Bekasi setiap harinya mencapai 750 ton. Akibat keterbatasan jumlah armada sampah, kata Dodi, proses pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng baru mencapai 40-50 persennya.
Sementara sisanya sebagian dikelola secara komunal oleh kelompok warga, sementara sebagian lagi menjadi sampah liar. Menurut Dodi, pihaknya selama ini merasa cukup terbantu dengan kehadiran sejumlah truk sampah milik UPTD pasar maupun sejumlah perusahaan kawasan industri. (yul)