Ahok Mengaku Emil Berambisi Duduk di Kursi Jakarta 1

Aulia Bintang, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2016 20:33 WIB
Ahok Mengaku Emil Berambisi Duduk di Kursi Jakarta 1 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Kiri) bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat bertemu di Balai Kota, Jakarta. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa dirinya belum diberitahu apakah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan maju di Pemilihan Gubernur 2017 atau tidak. Hanya saja, Basuki mengetahui bahwa Ridwan Kamil mengincar posisi sebagai DKI1 alias Gubernur DKI Jakarta.

"Dia itu mau maju DKI 1, jadi tak mungkin bagi-bagi," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/2).

Bagi-bagi yang dimaksud Ahok, sapaan Basuki, adalah baik Ahok atau Emil, sapaan Ridwan Kamil, bertukar posisi pimpinan. Sembari berseloroh, Ahok mengatakan jika Emil menang di Pilgub DKI maka Ahok akan mengejar posisi Gubernur Jawa Barat.


Dan jika Ahok ternyata menang di Pilgub DKI dan Emil kalah, maka Emil lah yang akan mengejar Jabar 1. Sebagai catatan, Pemilihan Gubernur Jawa Barat baru akan digelar pada 2018 mendatang.
"Jadi jika Emil ikut di Jakarta dan tak menang maka dia masih bisa ikut di Pilgub Jabar, tapi kalau saya gagal di DKI baru saya yang ke Jabar," katanya sambil tertawa.

Namun terlepas dari itu semua, Ahok mengatakan bahwa dirinya menyimpan sedikit kekhawatiran jika Emil benar-benar maju di Pilgub 2017. Menurut dia, jika Emil maju maka dia "hampir kalah" di Pilgub nanti.

"Saya cuma berdoa kalau saya nyaris kalah sama dia. Kalau dia maju maka saya nyaris kalah," kata Ahok.

Sebelumnya Emil mengungkapkan akan segera memutuskan apakah akan berpartisipasi di Pemilihan Gubernur 2017 atau tidak.
"Saya pengumuman maju atau tidak hari Senin ya (29/2)," kata Emil.

Emil menjelaskan pada akhir pekan besok dirinya akan mengunjungi sejumlah tokoh nasional untuk meminta wejangan perihal keputusannya maju atau tidak di Pilgub 2017. Sayangnya, dia tak mau membuka siapa saja tokoh yang akan dia datangi.

Namun dia memastikan orang terakhir yang akan didatangi adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Pokoknya salah satunya ke Pak Prabowo," kata dia.

Senin (29/2) dipilih oleh Emil karena dia sudah menghitung banyak hal, salah satunya deadline April yang dia tetapkan sendiri.
"Karena ada deadline April maka saya hormati dan Senin ambil keputusan. Ini harus matang," ujar Emil. (pit/pit)