Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik menjelaskan penundaan dilakukan karena ada beberapa pasal yang ternyata berubah. Hal tersebut disayangkan karena sebelumnya pasal tersebut telah disetujui oleh Badan Legislasi dan pihak eksekutif.
"Sebelumnya ada 13 pasal yang berubah tapi setelah disisir lagi ternyata tinggal dua, masih ada dua yang belum menemui kesepakatan," kata Taufik saat memimpin rapat Badan Musyawarah DPRD DKI, Selasa (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadinya izinnya adalah pemanfaatan ruang, makanya tabelnya pemanfaatan ruang. Namun tiba-tiba muncul izin pelaksanaan reklamasi," kata Taufik.
Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama enggan mengomentari batalnya pembahasan dua raperda tersebut. Apalagi, penundaan sudah terjadi sebanyak tiga kali.
"Tadi saya sudah ganti jas tapi tak jadi, silakan tanya ke DPRD. Mungkin tidak mencapai kuorum," kata Basuki.
Setelah melewati rapat Bamus di DPRD DKI, pihak legislatif dan eksekutif sepakat akan menggelar rapat internal pada 10 Maret, 14 Maret rapat pimpinan, sedangkan rapat paripurnanya akan digelar pada 17 Maret 2016.
"Tadi diputuskan Rapat Paripurna 17 Maret," kata Taufik. (bag)