Terorisme, Narkoba, Dana Desa Jadi Fokus Luhut di Pekanbaru

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 02/03/2016 11:27 WIB
Terorisme, Narkoba, Dana Desa Jadi Fokus Luhut di Pekanbaru Menkopolhukam Luhut Pandjaitan melakukan roadshow ke sejumlah daerah untuk menekankan deradikalisme di Indonesia. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan roadshow ke sejumlah daerah untuk menekankan deradikalisme di Indonesia. Setelah sebelumnya mengunjungi Banten, Luhut hari ini berkunjung ke Pekanbaru, Riau.

Luhut menjelaskan, ada tiga fokus yang akan dia sampaikan terkait deradikalisme pada masyarakat, yaitu terorisme, narkoba, dan dana desa.

"Dana desa ini penting karena ada tiga instansi yang bermain di situ, yaitu TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah," kata Luhut dalam perjalanan ke Pekanbaru, Rabu (2/3).


Luhut mengatakan sinergitas antara tiga instansi itu perlu dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan kesejahteraan yang bagus. Jika kesejahteraan bisa diwujudkan maka tindak terorisme bisa berkurang.

"Ini sinergi yang bisa membuat kesejahteraan jadi bagus, jika itu bagus maka kami harap terorisme bisa berkurang," kata dia.

Menurut Luhut, kunjungannya ke beberapa daerah tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo. Menurut dia arahan Jokowi tersebut harus bisa disampaikan ke bawah.

Untuk masalah terorisme, Luhut menambahkan agar Pemda tidak kecolongan. Tak hanya itu, Pemda harus memgingatkan kepala desa selaku ujung pemerintahan paling bawah untuk mengingatkan soal itu.

"Itu insya allah bisa kita kurangi," kata Luhut.

Terkait masalah narkoba, Luhut mengaku bahwa wilayah Riau dan sekitarnya memang rawan karena dekat dengan bibir pantai yang menjadi salah satu jalur penyelundupan narkoba.

Meski begitu, dia mengingatkan bahwa kasus narkoba bukan hanya terjadi di kawasan dekat bibir pantai saja, melainkan bisa terjadi di manapun. Oleh sebab itu sudah menjadi tugas semua pihak agar peredaran narkoba bisa diminimalisir.

"Narkoba itu hampir semua tempat, tak ada urusan dengan agama, suku, ataupun pangkat," ujarnya. (bag)