"Mereka kumpul-kumpul di Batu, Malang. Mereka sudah tahu (rencana aksi bom Thamrin) sekitar sebulan sebelum kejadian bom Thamrin," kata Kadivhumas Polri Irjen Anton Charliyan, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/3).
Dalam pertemuan tersebut, juga hadir beberapa dari lima terduga teroris yang dibekuk di Malang pada Februari 2016. Meski begitu, Anton enggan menyebut nama dari terduga teroris tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka ditangkap di area makam Eyang Setuhu di Dusun Keramat, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Sementara pada Sabtu (20/2) ditangkap lima orang terduga teroris di Malang. Mereka adalah Achmad Ridho Wijaya, Rudi Hadianto, Badrodin, Romli dan Handoko. Ketujuh orang tersebut diduga terkait langsung dengan kasus bom Thamrin. (antara )