Jaya berkata, standar operasional prosedur BMKG mengatur, peringatan tersebut akan dievaluasi dua jam setelah terjadinya gempa.
"Istilah kami bukan dicabut, tapi diakhiri. Sejauh ini, BMKG belum mengakhiri peringatan itu," ujar Jaya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (2/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara scientific, alat itu dapat mengetahui kenaikan air laut, lima atau sepuluh sentimeter. Kalau pantauan mata di lapangan, apalagi malam seperti ini, kenaikan air laut tidak akan terlihat jelas," tuturnya.
Jaya berkata, berdasarkan informasi yang ia peroleh dari lapangan, gempa bumi tidak menyebabkan kerusakan di kota Padang. Hingga pukul 22.00 WIB, tsunami pun tidak terjadi. (abm)