"Yang nambang siapa orangnya. Harus dikejar dan harus bertangungjawab. Jebolan dan rembesan air laut harus ditutup itu. Pak Polisi, TNI dan Pak Lurah tolong diatasi," kata Ganjar ketika dihadang sejumlah petani desa melakukan kunjungan ke daerah Adipala, Cilacap, Kamis (3/3).
Ganjar juga meminta agar masyarakat jujur jika ikut andil pada praktik tambang liar dan sudah seharusnya tidak melakukannya. Sementara ini, yang terlihat hanya kurang ketegasan aparat hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah satu petani, Waiman, dampak dari penambangan ilegal yang berimbas pada masuknya air asin sudah terjadi sejak tiga tahun lalu ini telah melamda empat desa yaitu Desa Bunton, Lahar, Gumbulharjo, dan Penggalang.
Penambangan ilegal yang dilakukan sudah puluhan tahun di wilayah tersebut menyebabkan bibir pantai mendekati sawah. Dulu jarak sawah dan laut sekitar 750 meter, sedangkan saat ini hanya 100 meter.
"Sekitar sini ada penambangan liar. Tidak tahu siapa yang menambang, orang luar sini. Sudah demo tapi di sini saja, kalau ke DPRD butuh biaya," tambah Waiman.
Air laut yang terus masuk ke sawah menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik sehingga petani mengalami gagal panen. Warga berharap agar penambangan ditertibkan dan air bisa ditanggul agar air tidak masuk lagi ke tanah persawahan.
Kondisi sawah saat ini masih ditanami padi oleh petani. Penanaman itu memanfaatkan tadah air hujan. Namun jika air laut masuk, maka tanaman langsung rusak dan mereka kembali gagal panen. (bag)