Zumi berjanji, ia tidak akan tinggal diam terhadap perusahaan-perusahaan yang kegiatannya merugikan masyarakat.
"Untuk masalah banjir bandang ini, memang ada indikasi disebabkan oleh aktivitas perusahaan sawit. Sebab itu saya minta kepada pemkab untuk mengkaji," ujarnya di Jambi, Jumat (4/3), seperti dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir ini tidak bisa dianggap remeh. Kami menunggu laporan dari kabupaten dulu. Setelah itu, kami akan pelajari dan laporkan ke Ibu Menteri," kata Zumi yang sebelumnya meniti karier di dunia pertelevisian itu.
24 Februari lalu, banjir bandang menghanyutkan 18 rumah dan merendam ratusan rumah lainnya di Desa Batu Kerbau. Banjir itu dilaporkan merusak tiga jembatan gantung, dua bangunan sekolah dan lahan pertanian.
Menurut penelusuran, banjir terjadi karena kritisnya lahan resapan air di daerah hulu Sungai Pelapat. Akibatnya, ketika hujan lebat turun di desa tersebut, anak Sungai Batanghari tidak mampu menampung air dari hulu.
Beberapa waktu terakhir, bukti berhutan itu tidak mampu lagi menjalankan fungsi sebagai penyerap air karena hutan telah beralihfungsi menjadi lahan kelapa sawit. (abm)