Ahok Minta Mobil Grab dan Uber Pasang Stiker

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Senin, 14/03/2016 09:44 WIB
Ahok Minta Mobil Grab dan Uber Pasang Stiker Ratusan sopir taksi berdemonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta menuntut pelarangan UberTaxi dan GrabCar, Senin (14/3). (CNNIndonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta mobil rental berbasis layanan online yakni UberTaxi dan GrabCar menggunakan stiker. Pemakaian stiker bertuliskan Grab atau Uber untuk membedakan antara mobil rental dengan mobil pribadi.

"Kami bukan mau melarang karena ini memang (perkembangan) zaman, tapi mereka harus ikuti aturan. Dengan sistem seperti ini kami minta dia menempel (stiker)," kata Basuki alias Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/3).

Menurut Ahok penggunaan stiker bagi mobil rental berbasis online diterapkan di Singapura. Stiker ini logo Uber atau Grab diperlukan karena mobil-mobil rental itu plat mobilnya hitam dan bukan kuning layaknya moda transportasi angkutan umum kebanyakan.
"Kalau mobil rental harus bayar pajak. Di Jakarta kan boleh ada mobil rental tapi harus bayar pajak," katanya.


Pada hari ini sejak pukul 09.00, sebanyak ratusan sopir taksi yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta. Para sopir tersebut menuntut agar Pemerintah Indonesia memberi larangan operasi pada Uber Taxi dan Grab Car.

Salah satu koordinator sopir taksi, Sodikin, menjelaskan tujuan demonstrasi agar pemerintah mencabut izin operasi Uber dan Grab. Alasannya kedua perusahaan ini melanggar aturan.
"Sebagai penghubung perusahaan asing di Indonesia, mereka telah melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang No. 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas," kata Sodikin saat ditemui di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Sodikin mengungkapkan kendaraan yang digunakan oleh Uber dan Grab tak melalui proses uji KIR atau uji kelayakan serta tak memiliki izin usaha. Sodikin protes karena saat semua aturan itu dilanggar pemerintah dianggap diam saja.

"Sedangkan saat kami tak punya izin langsung dilarang (operasi)," kata dia.
Menurut Sodikin, keberadaan Uber dan Grab ini merugikan para sopir taksi. ”Pada hakikatnya Uber dan Grab ini menyerobot beberapa izin dan merampok mata pencaharian kami." (yul)