"Kami belum menjadwalkan pemeriksaan yang lain, masih lima orang ini," kata Kepala Hubungan Masyarakat BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/3).
Apalagi lima orang yang kini diamankan di Kantor BNN di Jakarta masih berstatus sebagai terperiksa, bukan tersangka. Empat orang selain Nofiadi yang sudah positif menggunakan sabu
adalah Faizal, Murdani, Deny Afriansyah dan Juniansyah.
Penyidik BNN menurut Slamet punya waktu enam hari memeriksa sebelum menetapkan mereka sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
rumah orang tua Nofiadi di Palembang, ada Wakil Bupati Ilyas Panji Alam dan seorang anggota DPRD.
Namun dua orang pejabat publik bukan termasuk yang diamankan hasil tes urine keduanya negatif.
Meski di lokasi penangkapan ada Wakil Bupati dan Anggota DPRD, Slamet mengaku belum tahu apakah ada pertemuan resmi atau tidak di rumah tersebut.
"Kami sudah tiga bulan yang lalu menerima informasi ini," kata pria yang kerap disapa Buwas ini.
Ia menduga, dokter sengaja menutupi hasil yang menyatakan sang Bupati memakai narkotik. Tujuannya jelas agar bisa lolos persyaratan untuk maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
"Ini berarti ada unsur permainan yang menutupi hasil (pemeriksaan kesehatan) itu. Nanti kami akan dalami, telisik. Ini kan penipuan dan pembohongan publik. Kami minta pertanggungjawaban kepada orang-orang yang melakukan pemeriksaan itu," kata Buwas. (sur)