Menurutnya, eksekusi para terpidana mati kasus narkotik belum dilakukan lantaran Indonesia masih dirundung musim hujan berkepanjangan sejak akhir 2015 silam.
"Musim hujan, jadi agak sulit (eksekusi mati). Lihat nanti, saya tidak pernah mengatakan eksekusi tidak akan dilanjutkan. Tunggu waktu saja," ujar Prasetyo di Kejagung, Jakarta, Jumat (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada (intervensi asing). Itu kan penegakan hukum kita, kami akan tegakkan hukum di negara sendiri dan hukum positif Indonesia masih memberlakukan hukuman mati," katanya.
Berdasarkan data yang diterima CNN Indonesia, anggaran yang dialokasikan Kejagung untuk penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana umum tahun ini adalah Rp 307,6 miliar. Dana pelaksanaan eksekusi mati masuk ke dalam pagu anggaran tersebut.
Secara keseluruhan, pagu anggaran yang diajukan Kejagung untuk tahun ini mengalami penurunan jumlah dibanding tahun lalu.
Tercatat ada Rp 4,7 triliun dana yang dialokasikan dalam rencana anggaran Kejagung untuk tahun ini.
Jumlah anggaran tersebut memiliki selisih Rp 361,6 miliar dibanding anggaran yang dimiliki Kejagung tahun lalu. Untuk 2015 lalu, Kejagung diketahui memiliki pagu anggaran hingga Rp 5,06 triliun. (gil)